4 Cara Jitu Kenali Pengembang Nakal

JAKARTA – Membeli rumah tak sekedar cari lokasi strategis dan harga yang termurah, tapi dibutuhkan ekstra hati-hati saat pilih pengembang perumahan. Jangan sampai nantinya, beli produk properti kepada pengembang yang nakal tak bertanggung jawab.

Pasalnya, maraknya kasus yang terjadi dialami oleh masyarakat konsumen. Tak cuma kecewa, tapi dirugikan karena molornya proses pembangunan rumah, kualitas bahan material yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, hingga kasus gagal bangun.

Nah, untuk menghindari sejumlah persoalan itu ada 4 cara jitu untuk mengenali ciri-ciri pengembang nakal;

1.Harga Rumah Terlalu Murah
Harga rumah yang terlalu murah dan cenderung tidak logis bisa dijadikan indikator awal jika pengembang tersebut bermasalah, karena dikhawatirkan nantinya pengembang nakal akan memangkas ongkos produksi membangun rumah yang ingin dibeli.

2.Informasi Developer
Kejujuran tentu menjadi kunci utama dari industri properti, untuk itu sebaiknya Anda jangan begitu saja percaya dengan setiap kata yang dilontarkan oleh sales pengembang, ada baiknya Anda langsung datang ke lokasi dibangunnya rumah yang ingin dibeli, dari sana Anda bisa mengecek langsung perihal kondisi rumah.

Periksa dengan seksama rumah yang dibangun oleh pengembang, tidak hanya bahan material, tetapi juga lokasi dibangunnya rumah, cek dengan detail apakah rumah yang akan dibeli berpotensi terjadi bencana alam seperti banjir ataupun longsor untuk menghindari trik dari developer nakal.

3.Track Record Pengembang
Sebelum membeli rumah, Anda juga harus meneliti betul siapa pengembang yang menjual rumah tersebut. Tanya kepada pengembang, proyek apa saja yang pernah mereka bangun, kemudian cari tahu mengenai perkembangan proyek yang pernah dibangun, apakah berjalan lancar atau terkendala. Jika memang ada masalah, sebaiknya Anda berpikir dua kali untuk membeli rumah dari pengembang tersebut.

4.Serah Terima
Salah satu ciri dari pengembang yang nakal adalah lambannya proses serah terima rumah, biasanya developer beralasan lambannya serah terima dikarenakan mereka sedang pecah sertifikat. Sedikit tips, rajin-rajinlah untuk datang mengunjungi rumah ketika rumah sedang dibangun, jika memang ada ketidaksesuaian antara rumah dengan yang dijanjikan seperti penggunaan bahan material atau desain, maka Anda wajib untuk komplain ke pihak pengembang. Jangan sampai keluhan tersebut baru diajukan setelah proses serah terima terjadi, karena ketika serah terima dilakukan maka rumah akan sepenuhnya menjadi milik pembeli.

Leave a Comment