Akomodasi Penghasilan Kecil, DPP REI Usulkan Program Rumah MBR Plus

JAKARTA – Dalam rangka mengakomodasi masih banyaknya berpenghasilan sangat kecil, Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) mengusulkan program Rumah MBR Plus sedikit di atas ketentuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Program MBR Plus bertujuan untuk masyarakat khususnya yang bergaji sedikit di atas upah minimum regional (UMR) yang ingin memiliki hunian dekat pusat aktivitas. “Ada orang yang penghasilannya di atas MBR, mestinya dia mampu beli rumah tapak dengan jarak maksimal 20 kilometer karena syarat rumah MBR itu di atas 20 kilometer dari kota,” kata Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok Lusida, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Totok, dari segi harga rumah MBR Plus dua kali lipat dari harga rumah MBR. Kemudian, untuk meringankan pembiayaan, pembelinya hanya membayar bunga dari selisih harga antara rumah MBR dan MBR Plus.

“Harga rumah MBR Plus itu satu sampai dua kali rumah MBR, selisih dari rumah MBR yang dibayar tax penuh. Jadi tidak full karena kalau full sama dengan satu rumah baru. Kasihan juga mereka,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Totok mencontohkan, jika harga rumah subsidi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) saat ini adalah Rp 130 juta.

Maka, harga rumah MBR Plus bisa mencapai Rp 260.000. Totok melanjutkan, usulan Program MBR Plus tersebut sudah diajukan ke pemerintah pusat, termasuk Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta kementerian terkait, khususnya bagi Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR.

Diharapkan, usulan ini bisa direspons positif dan keputusannya segera keluar dalam waktu dekat, bersamaan dengan penetapan kenaikan harga rumah subsidi.

Terlepas itu, proyek perumahan yang bertajuk Graha Selaras Cibinong akan kembali hadir di ajang pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) pada 27 Juli – 4 Agustus 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Proyek hunian 2 lantai yang merupakan besutan PT. Kesuma Agung Selaras tersebut akan fokus memasarkan hunian satu lantai dan dua lantai.

Perumahan dengan konsep villa bergaya modern tersebut berlokasi di Jl M. Sanun, Cikaret, Cibinong, menampilkan tipe 69/105 (2 lantai) kisaran harga Rp700 jutaan.

Perumahan yang dikembangkan diatas lahan 3,2 hektare itu juga melansir rumah satu lantai tipe 36/89, 45/90, dan 52/105 harga kisaran Rp368,5 juta. Jumlah rumah yang dipasarkan hingga 120 unit.

Perumahan ini bisa diakses melalui jalan tol Jagorawi keluar di exit tol Citeureup atau Sirkuit Sentul.

Pengembang membidik kawasan ini karena fasilitas penunjangnya cukup lengkap. Di antaranya, fasilitas perbelanjaan, kesehatan, sekolah, transportasi dan sarana ibadah.

Seperti, Cibinong City Mall, Cibinong Square Giant, Carrefour Cibinong, Cibinong City Point, Superindo Cikaret dan Ramayana.

Selain itu, ada fasilitas rumah sakit, seperti RSUD Cibinong, Trimitra dan RS Central Medika.

“Ya, kami juga hadir di pameran Indonesia Properti Expo selama 9 hari. Kami hadir di Booth No.59 Hall B JCC,” ujar Direktur PT Kesuma Agung Selaras, Wayan.

Leave a Comment