Cara Menentukan Jangka Waktu KPA

JAKARTA – Apartemen menjadi solusi hunian sekarang ini. Pasalnya, hunian vertikal ini dinilai sangat cocok khususnya bagi pekerja dan banyak beraktivitas di kawasan perkotaan. Alasan lain, yaitu rasa nyaman serta memudahkan menjangkau dengan tempat kerja dan lokasi yang strategis menjadi pertimbangan untuk memiliki unit apartemen ini.

Pengembang juga memudahkan melalui pembelian apartemen dengan memanfaatkan layanan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Namun sebagaimana pengajuan kredit lainnya, pengajuan KPA ini juga tentu dibarengi dengan sejumlah syarat. Alasan ini wajar, karena pihak bank akan mengucurkan sejumlah dana besar dalam layanan KPA yang mereka berikan. Selain uang muka dan dan jumlah cicilan, jangka waktu KPA ini tentu akan menjadi pertimbangan penting lainnya yang wajib dicermati sejak awal.

Berikut cara menetukan jangka waktu KPA;

1. KONDISI

Pembelian apartemen yang akan Anda lakukan sudah jelas melibatkan sejumlah uang, bahkan meski Anda melakukan pembelian dengan cara mengajukan KPA.

Setidaknya, Anda akan membutuhkan sejumlah dana untuk membayar uang muka dan juga biaya administrasi lainnya.

Semua ini tentu harus dipersiapkan dengan baik sejak awal, agar pengajuan KPA tersebut bisa berjalan dengan lancar.

Untuk itu, penting sekali melihat kondisi keuangan secara keseluruhan, termasuk rencana keuangan ke depannya. Hal ini untuk mencegah terjadinya berbagai masalah keuangan yang mungkin saja datang akibat kurangnya perhitungan di dalam keuangan sejak awal.

2. PENGHASILAN

Saat mengajukan KPA dan akan memilih jangka waktunya, besaran penghasilan Anda tentu menjadi hal yang tak bisa diabaikan.

Jumlah penghasilan ini akan memengaruhi kemampuan Anda mencicil kredit apartemen tersebut. Maka, jangka waktu KPA Anda sangat penting untuk disesuaikan dengan penghasilan setiap bulannya.

3. PIUTANG

Berapa utang Anda sekarang? Apakah nilainya masih wajar? Kedua hal ini menjadi penting untuk dicermati sebelum pengajuan KPA.

Bank memiliki ketentuan ketat terkait dengan besaran utang ini, di mana utang wajar berada di kisaran 30-40 persen saja.

Jika lebih, maka pengajuan Anda dianggap berisiko tinggi dan akan ditolak. Jadi, coba hitung besaran utang jika seandainya nanti KPA disetujui, dan pastikan keuangan Anda mampu untuk menanggungnya.

Jika ternyata nilai total utang ini akan berada di luar kemampuan finansial, maka segera lunasi utang lainnya, sebelum akhirnya mengajukan KPA dan memilih jangka waktu serta nilai cicilan yang tepat.

4. CICILAN

Nilai cicilan kredit apartemen ini nantinya juga akan sangat memengaruhi jangka waktu KPA yang tepat buat Anda. Jika keuangan hanya mampu menanggung cicilan yang ringan, maka secara otomatis jangka waktu cicilan ini akan semakin panjang, dan berlaku sebaliknya. Penting untuk menghitung dan menyesuaikan nilai cicilan ini dengan kondisi keuangan secara keseluruhan, sehingga proses pengajuan dan masa pelunasan (cicilan) KPA Anda tidak akan bermasalah.

5. USIA

Terkait dengan utang KPA yang terbilang panjang, rata-rata mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun, maka bank tentu memiliki aturan ketat mengenai usia pemohon kredit ini. Mengajukan KPA di usia yang telah terbilang senja (di atas 45 tahun), hanya memiliki tingkat disetujui yang cukup rendah.

Bank menyukai usia yang produktif, yakni antara 25 hingga 35 tahun ketika awal pengajuan. Semakin muda Anda mengajukan KPA, maka kemungkinan disetujuinya juga akan semakin besar.

Leave a Comment