Skip to content

Digital Branding untuk Suksesnya Industri Properti

JAKARTA – Disrupsi teknologi telah mengubah cara pandang dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh banyak pelaku bisnis, termasuk industri properti.

berdasarkan studi yang dilakukan Kantar (2018), pola konsumsi masyarakat Indonesia yang berbelanja online meningkat hingga 80% dalam dua tahun terakhir.

Fenomena itu, memperkuat bahwa pelaku bisnis harus mulai memiliki strategi inovatif untuk memasarkan produk mereka secara digital.

Kendati industri properti di Indonesia mengalami pasang surut, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memprediksi prospek bisnis properti akan membaik menuju akhir tahun 2019 ini.

Pengembang properti diharapkan mempunyai strategi pemasaran dan komunikasi yang terintegrasi sehingga bisa mendapatkan perhatian lebih dari calon pembeli.

Kemudian, sejumlah perusahaan properti di Indonesia sudah mulai manfaatkan aset digital sebagai sarana promosional. Namun tak semua perusahaan mengadaptasi upaya digital branding dalam strategi pemasaran digital mereka.

Mart Polman, seorang Managing Director disalah satu portal properti menyebutkan, pembangunan infrastruktur yang dijalankan oleh pemerintah saat ini akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan industri properti Indonesia.

“Diprediksi akan lebih banyak pelaku industri properti bermunculan dimasa mendatang. Oleh karena itu, Brands harus memiliki keunggulan tersendiri dalam memenangkan hati calon pembelinya, dengan memanfaatkan platform digital sebagai sarana utama komunikasi. Disinilah, peran digital branding dibutuhkan,” jelas Mart Polman.

Menurutnya, upaya pelaksanaan digital branding sebagai bagian dari strategi pemasaran digital oleh para pengembang properti masih harus ditingkatkan lagi. Salah satu alasan para pelaku usaha belum secara maksimal menerpakan strategi pemasaran digital yang terintegrasi adalah karena perhitungan Return of Investment (ROI) yang masih dianggap abstrak jika dibandingkan dengan perhitungan ROI Digital Marketing.

Digital Marketing ROI adalah perhitungan keuntungan atau kerugian yang didapatkan oleh pelaku melalui kegiatan pemasaran secara digital, berdasarkan alokasi anggaran yang diinvestasikan.

“Target ROI dari sebuah kampanye digital sangat tergantung pada apa yang menjadi tujuan (unique) utama dilaksanakannya kegiatan ini. Kami biasanya melakukan diskusi dengan perhitungan yang cermat bersama dengan klien (properti developers) untuk mencapai pemahaman yang sama terkait tentang apa yang ingin dicapai dari kampanye digital yang akan dilakukan,” pungkas Mart.

Leave a Comment





Scroll To Top