IPEX 2019, Perumnas Tawarkan Apartemen Terintegrasi Stasiun LRT

JAKARTA – Kiprah BUMN dalam mengatasi masalah backlog perumahan semakin bergulir menjadi ujung tombak. Perumnas kembali hadir di pameran Indonesia Properti Expo yang akan berlangsung pada 27 Juli – 4 Agustus 2019 mendatang menampilkan proyek apartemen yang terintegrasi dengan stasiun Light Rapid Transit (LRT) Bandung.

Untuk maket proyek yang bertajuk Apartemen Sentraland Antapani tersebut bakal ditampilkan di stand pameran No. 24 Hall A Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Apartemen ini dibangun diatas lahan 11.306 M2 terdiri dari dua tower dengan kapasitas 1.274 unit.

“Perumnas terus melebarkan sayapnya ke berbagai wilayah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat, khususnya dalam menyukseskan program sejuta rumah,” ujar Riswan, saat ditemui di Kantor Pusat Perumnas, di Cawang, Jakart Timur, beberapa waktu lalu.

Riswan menambahkan, untuk mengembangkan proyek vertikal ini, Perumnas menggelontorkan investasi sekitar Rp 700 miliar. Apartemen ini berlokasi di terusan Jakarta- Bandung dan sekitar 8 KM dari pintu tol Pasteus.

Apartemen Sentraland Antapani dibangun dengan ketinggian 19 lantai. Untuk tiga tower pertama akan dijadikan akan dijadikan sebagaai kawasan komersial.
Apartemen ini akan dikembangkan mulai dari tipe studio, satu kamar dan dua kamar dan akan dibanderol dengan harga mulai Rp 360 juta sampai Rp 740 juta per unit.

Tower pertama dari proyek ini akan berbentuk L dengan kapasitas 750 unit dan tower kedua berbentuk I dengan kapasitas 516 unit.

Perusahaan plat merah ini, menargetkan bisa mencatatkan penjualan 800 unit Setraland Antapani pada tahun ini.

Menurut Riswan, sangat optimistis target itu bisa tercapai karena permintaan yang masuk dalam sepekan sudah mencapai 200 unit.

Selain akan terintegrasi dengan LRT dan pasar Antapani, apartemen ini juga akan dilengkapi dengan kawasan ritel.

Perumnas telah bekerja sama dengan Transmart untuk mengembangkan kawasan ritel yang dilengkapi dengan trans studio mini di sana.

Perum Perumnas juga bekerjasama dengan PT Keteta Api untuk membangun hunian vertikal di Stasiun Tanjung Barat dan Pondok Cina.

Pembangunan apartemen mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan Stasiun Tanjung Barat dan Pondok Cina. “Banyak yang berminat di sini. Terutama keluarga muda yang baru menikah,” tambah Riswan.

Proyek TOD akan dibangun di Stasiun Pondok Cina sebanyak 4 tower dan Stasiun Tanjung Barat sebanyak 3 tower.

Nantinya setiap tower yang dibangun memiliki tinggi sekitar 30 lantai. Di Tanjung Barat akan ada sekitar 1.200 unit apartemen dan di Stasiun Pondok Cina 2.300 unit apartemen.

Leave a Comment