Jangan Beli Properti di Bulan September? Inilah Alasannya

JAKARTA – ‘Lain ladang lain belalang’ itulah pepatah yang tepat untuk menentukan kapan saatnya Anda harus beli properti. Bahkan filosofi tersebut juga dipercaya oleh sejumlah calon konsumen yang ingin beli rumah murah.

“Saya juga percaya pepatah, lain waktu lain rezekinya, menjadi salah satu alasan saya tidak beli properti di September ini. Tak cuma itu, alasan yang tak dapat dipungkiri yaitu lebih baik saya beli rumah di November 2019 mendatang, karena selain banyak promo besar-besaran biasanya hanya di event Indonesia Properti Expo (IPEX) ada kebijakan khusus yang ditawarkan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” ungkap Rahmat Anwar, salah seorang warga dikawasan Cilebut, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Kondisi inflasi yang terus membaik serta peluang developer dalam penyediaan perumahan daya saing lebih kompetitif sangat memudahkan masyarakat untuk menentukan pilihan propertinya.

“Kenapa harus dibulan November 2019 nanti, karena IPEX ini prosentasi KPR sudah terbukti dipercaya oleh masyarakat luas dibandingkan event lain yang cenderung ‘ngekor’ dengan pameran sejenisnya. Jadi kemungkinan penjualan properti itu meningkat bisa diprediksi ketika ajang promosi dan transaksi hanya di pesta KPR BTN sebagai bank pelopor dalam pembiayaan perumahan,” tambah Rahmat.

Sementara itu, data pengunjung pameran IPEX periode 2017 tercatat masyarakat pencari rumah 63%, Apartemen 25%, Ruko 5%, dan pencari kondotel serta villa mencapai 5%. “Presentasi tersebut diakumulasi dari total pengunjung pameran yang terdiri dari kategori pria 64% dan wanita 36%,” jelas Helmi Baheram, Commercial Director PT. Adhouse Clarion Events.

Kemudian, Helmi merincikan, peningkatan angka pencari rumah dari total pengunjung pameran properti tersebut yaitu dengan harga bekisar Rp.100 juta – Rp.300 juta mencapai 38%, pencari rumah harga Rp.300 juta – Rp.600 juta mencapai 32%, dan pencari rumah mewah dengan harga Rp.600 juta hingga 1 miliar mencapai 19%.

Presentase investor yang mencapai 11% diawal 2017 lebih membidik hunian dengan harga bekisar Rp. 1 miliar – 2 miliar tercatat 8%, Rp.2 miliar – 5 miliar 2% dan investasi properti dengan harga diatas Rp.5 miliar hanya mencapai 1%.

“Indonesia Properti Expo merupakan satu-satunya pameran properti yang menampilkan produk sangat bervariasi mulai rumah murah, apartemen, kondotel, pergudangan, perkantoran dan kawasan komersil yang berlokasi diberbagai kota besar,” tambah Helmi.

Dalam kesempatan itu, Helmi mengajak partisipasi seluruh developer untuk mendukung penyediaan rumah murah dan investasi serta mencapai omset besar hanya di Indonesia Properti Expo yang akan kembali berlangsung pada 16 – 24 November 2019 mendatang di Hall A & B Jakarta Convetion Center (JCC) Senayan.

Leave a Comment