Sukses Tekan Angka Backlog, PUPR Fokus Pembangunan Rumah Subsidi

JAKARTA – Setelah sukses menekan angka backlog melalui program sejuta rumah hingga 7,60 juta unit di tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap fokus pembangunan rumah subsidi. Apalagi, kementerian mampu menyusutkan sekitar 3 juta unit selama pelaksanaannya. Selanjutnya, untuk 5 tahun kedepan harus ada upaya cukup efektif  digencarkan agar bisa semakin menekan angka backlog tersebut.

Kemudian, upaya tersebut diantaranya seperti pengguliaran program pembangunan perumahan komunitas dari sektor informal. “Misalnya saja program rumah bagi Komunitas Pemangkas Rambut atau yang dikenal dengan tukang cukur rambut asal garut (Asgar) yang ada di Kabupaten Garut, Jawa Barat,” kata Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.

Menurutnya, program bantuan stimulan rumah swadaya dengan pola ABCG (akademisi, bisnis, community, dan government). Program rumah subsidi berbasis komunitas ini, telah mendapat instruksi khusus dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Dikatakan Khalawi, seperti digambarkan lewat komunitas-komunitas yang ada, maka program pemerintah tidak lagi berbicara mengenai satu juta rumah selama setahun, tetapi lebih dari itu. Hal itu dikarenakan jumlah komunitas yang secara massal membangun perumahan di seluruh kota bisa lebih banyak.

Oleh karena itu, program berbasis komunitas yang diharapkan bisa mengurangi kesenjangan perumahan tersebut mendapatkan subsidi kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) dan subsidi bantuan uang muka (SBUM).

Khalawi menambahkan, dari sisi perbankan, seperti BTN, juga memfasilitasi pengembang dengan sudah adanya kredit tanah maupun konstruksi, sedangkan subsidinya pun dibantu oleh FLPP.

Saat ini secara statistik, penyaluran kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. hingga semester I/2019 telah mencapai 424.863 unit rumah atau senilai Rp36,42 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan di segmen subsidi dan non subsidi. Di segmen subsidi, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 328.192 unit rumah senilai Rp19,7 triliun.

Kemudian di segmen non subsidi, kredit perumahan yang disalurkan mencapai 96.671 unit atau setara Rp16,72 triliun. Adapun total realisasi unit rumah tersebut setara 53,1% dari target yang ditetapkan Bank BTN untuk 2019 yakni sebanyak 800.000 unit rumah.

Pemerintah juga tetap meminta kepada pengembang perumahan subsidi untuk tetap menjaga kualitas bangunan rumah yang dikerjakannya. Jangan sampai rumah yang dibeli masyarakat dengan KPR selama 20 tahun, belum mencapai usianya sudah rusak.

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mengatakan, KPR FLPP disalurkan oleh 39 bank pelaksana tekah mencapai 70%. Bantuan FLPP kini disebutnya masih tersedia sekitar 30 persen untuk disalurkan.

Bagi bank-bank pelaksana yang penyalurannya di bawah 50 persen akan ada pengalihan kuota kepada bank yang penyalurannya lebih pesat, seperti BTN dan BTN Syariah. Proses pengalihannya lebih mudah dikarenakan tidak perlu pakai menunggu revisi APBN 2019.

Leave a Comment