Sulit Bayar Cicilan Kredit Rumah? Jangan Pesimis Dulu, Simak Tipsnya

JAKARTA – Membayar Cicilan KPR atau kredit Kepemilikan Rumah adalah rutinitas bulanan untuk Anda yang telah mengajukan pinjaman pada Bank untuk pembelian rumah. Akan tetapi, apa jadinya bila suatu hari Anda kesulitan bayar tagihan rutin ini?

Penyebabnya beragam, biasanya dikarenakan masalah naiknya suku bunga yang lebih cepat daripada kenaikan pendapatan rutin. Bahkan ada segelintir orang yang menyerah sampai akhirnya mengajukan over kredit ke pihak ketiga.

Padahal dapat mencoba sejumlah cara supaya angsuran KPR tetap aman. Hal pertama yang bisa lakukan adalah menghubungi pihak kreditur. Beritahu kondisi keuangan Anda yang tengah krisis hingga komunikasi tetap berjalan lancar. Apa saja hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini? Simak poin-poin berikut ini:

Jujur saja apa adanya

Pada umumnya orang condong menghindar pihak bank saat kesulitan membayar cicilan. Padahal, berani jujur merupakan keputusan terbaik di situasi seperti ini. Dengan begitu Anda bisa lebih tenang dan semakin enteng membayar cicilan di bulan-bulan berikutnya. Apabila memungkinkan, Anda juga dapat mengajukan penyesuaian jumlah angsuran perbulan yang sesuai dengan pendapatan terbaru Anda.

Jangan menunggu terlalu lama

Pembayaran cicilan yang lewat tanggal jatuh tempo tentu akan langsung ditindak lanjut oleh pihak bank sebagai pemberi pinjaman. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, langsung buat keputusan yang tepat. Pihak bank dapat mengambil sikap dengan cepat, bila konsumen memperlihatkan sikap kooperatif.

Ajukan Restructure

Ini adalah tahap berikutnya yang dapat Anda lakukan. Restrukturasi kredit ialah pembayaran hutang dengan syarat-syarat yang lebih enteng daripada sebelumnya, dengan kesepakatan yang diberikan kreditur ke pihak debitur.

Tidak perlu ragu mengambil langkah ini, sebab banyak debitur KPR lainnya yang melakukan hal sama. “Ada banyak klien Saya yang mengajukan restruktur ketika mengalami kredit macet KPR,” Home Loan Account Officer Eka Putri, di salah satu bank swasta di Jakarta.

Cara Mengajukan Restrukturasi

Lalu, bagaimana cara mengajukan restrukturasi ini? “Secara sederhana, pertama datang ke bank membawa surat keberatan mengangsur cicilan untuk bertemu pihak marketingnya. Kemudian minta untuk perpanjang jangka waktu cicilan,” jelasnya.

“Prosesnya hampir sama seperti pengajuan awal, karena data-data pribadi sudah ada. Tinggal update rekening bank terbaru atau keterangan kerja dan slip gaji. Sementara untuk pengusaha, update SIUP (Surat Izin Usaha) terbaru, TDP (Tanda Daftar Perusahaan), dan nota-nota penjualan,” tambahnya.

Eka melanjutkan, apabila pengajuan ini di setujui oleh bank, maka debitur akan menjadwalkan waktu akad kredit restruktur di hadapan notaris.

“Proses restrukturasi kredit terbilang sederhana jika Anda bisa menunjukkan sikap kooperatif dengan pihak Bank, biaya yang dikeluarkan juga hanya untuk membayar jasa notaris saja,” tutupnya.

Leave a Comment